Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kepolisian Resor (Polres) Sintang yang telah melaksanakan pasar murah dalam rangka Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri secara serentak. Kegiatan yang berlangsung di halaman Polres Sintang pada hari Jumat, 13 Maret 2026 itu dinilai Yohanes sebagai langkah konkrit kepolisian dalam membantu masyarakat mengatasi lonjakan harga kebutuhan pokok.
Yohanes Rumpak tiba di lokasi kegiatan sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung menyapa warga yang telah mengantre sejak pagi. Ia tampak berkeliling meninjau setiap stan yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, serta sembako lainnya dengan harga yang jauh di bawah pasar. Dalam sambutannya di sela-sela kegiatan, Yohanes menyampaikan rasa bangganya terhadap inisiatif Polres Sintang yang tidak hanya fokus pada tugas penegakan hukum tetapi juga hadir di tengah kesulitan rakyat.
“Saya sangat mengapresiasi Kapolres Sintang beserta seluruh jajarannya. Di saat harga kebutuhan pokok melambung tinggi, Polri tidak tinggal diam. Mereka turun ke lapangan, menggelar pasar murah, dan langsung berhadapan dengan rakyat yang membutuhkan. Ini adalah wajah kepolisian yang humanis, yang dekat dengan masyarakat,” ujar Yohanes Rumpak kepada wartawan di sela-sela acara, Jumat (13/3/2026).
Wakil Ketua DPRD Sintang itu menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran Polri ini merupakan respons cepat terhadap situasi ekonomi yang tengah tidak menentu. Di Kabupaten Sintang sendiri, dalam dua pekan terakhir harga beras medium tercatat naik hingga 20 persen, sementara minyak goreng dan gula pasir juga mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini, menurut Yohanes, paling dirasakan dampaknya oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
“Bagi warga yang penghasilannya pas-pasan, kenaikan harga sekecil apapun sangat terasa. Mereka harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Pasar murah seperti ini adalah oase di tengah kepanikan ekonomi. Saya melihat sendiri antrean warga yang panjang sejak pagi, itu menunjukkan betapa besarnya kebutuhan mereka terhadap program seperti ini,” paparnya.
Yohanes mengamati bahwa dalam pasar murah tersebut, Polres Sintang menyediakan paket sembako dengan harga sekitar 30 persen lebih murah dibandingkan harga pasar. Selain itu, tersedia juga bahan pokok eceran seperti telur dan minyak goreng yang dijual dengan harga terjangkau. Ia menilai bahwa sistem antrean dan pembatasan pembelian yang diterapkan kepolisian cukup tertib sehingga semua warga yang hadir mendapatkan kesempatan yang sama.
“Yang tidak kalah penting, kegiatan ini dilaksanakan di halaman Polres Sintang. Lokasinya strategis, mudah dijangkau, dan tentu saja aman. Masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kericuhan atau kecurangan. Semua berjalan dengan tertib berkat pengawasan langsung dari petugas,” tambahnya.
Yohanes Rumpak juga menyoroti bahwa pelaksanaan pasar murah ini bertepatan dengan hari Jumat, yang oleh masyarakat Sintang biasa dimanfaatkan untuk berbelanja kebutuhan akhir pekan. Menurutnya, pemilihan hari tersebut menunjukkan perhatian kepolisian terhadap kebiasaan dan kebutuhan riil masyarakat.
“Saya dengar kegiatan ini serentak di seluruh Indonesia. Artinya, Polri benar-benar serius membantu pemerintah mengendalikan inflasi dan meringankan beban rakyat. Di Sintang, responsnya luar biasa. Ratusan warga datang dan semuanya terlayani dengan baik. Ini patut dicontoh oleh instansi lain,” ujar Yohanes.

