Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan operasi pasar yang digelar di Halaman Kantor Camat Kelam Permai pada Selasa, 17 Maret 2026. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sintang dengan Bank Kalbar Cabang Sintang, yang direalisasikan berkat bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Kalbar.
Operasi pasar ini menghadirkan 1.000 paket sembako, bawang merah, serta 560 tabung gas LPG 3 kilogram. Masyarakat tampak antusias mengantre sejak pagi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Setiap paket sembako terdiri dari beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir 1 kg, yang dijual dengan harga hanya Rp80.000 per paket.
Yohanes Rumpak menjelaskan bahwa harga murah tersebut dapat terwujud beradanya subsidi silang dari Pemerintah Kabupaten Sintang dan Bank Kalbar Cabang Sintang melalui dana CSR mereka. Menurutnya, harga Rp80.000 untuk paket sembako yang mencakup beras 5 kg, minyak goreng, dan gula jauh di bawah harga pasar yang saat ini mencapai lebih dari Rp120.000 untuk komoditas serupa.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sintang dan terutama Bank Kalbar Cabang Sintang yang telah menggunakan dana CSR-nya untuk membantu meringankan beban rakyat. 1.000 paket, bawang merah, dan 560 tabung gas 3 kg – ini bukan jumlah kecil. Ini bukti kepedulian yang luar biasa,” ujar Yohanes Rumpak saat meninjau langsung pelaksanaan operasi pasar di Kelam Permai, Selasa (17/3/2026).
Wakil Ketua DPRD Sintang itu juga menyempatkan diri berdialog dengan warga yang mengantre. Sebagian besar warga mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi pasar tersebut, terutama menjelang kebutuhan rumah tangga yang meningkat. Yohanes mendengar langsung keluhan warga tentang mahalnya harga kebutuhan pokok di pasaran, dan ia menegaskan bahwa operasi pasar seperti ini akan terus didorongnya agar semakin sering dilaksanakan.
“Bapak, Ibu, jangan berkecil hati. Pemerintah hadir. Bank Kalbar hadir. Kami di DPRD juga terus memperjuangkan anggaran untuk operasi pasar. Tapi saya punya satu pesan penting: tetaplah semangat membayar pajak. Karena pajak yang Bapak Ibu bayar adalah sumber utama negara untuk bisa hadir membantu seperti hari ini. Pajak juga yang memungkinkan Bank Kalbar dan perusahaan lain tumbuh, sehingga mereka punya ruang untuk berbagi melalui CSR,” pesan Yohanes kepada puluhan warga yang mengelilinginya.
Pernyataan Yohanes tersebut disambut anggukan dan tepuk tangan ringan dari masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kesadaran membayar pajak adalah fondasi dari keberlangsungan program-program bantuan sosial dan subsidi pangan. Tanpa penerimaan pajak yang memadai, pemerintah akan kesulitan menggelar operasi pasar berskala besar seperti yang baru saja dilaksanakan.
“Jangan berpikir pajak memberatkan. Pajak adalah iuran kita bersama untuk membangun Sintang yang lebih baik. Dengan membayar pajak, kita sebenarnya sedang membantu diri kita sendiri dan tetangga kita yang membutuhkan. Jadi saya minta, jangan cari cara untuk menghindari pajak. Sebaliknya, bayarlah dengan semangat dan rasa bangga,” tambah Yohanes.
Camat Kelam Permai yang turut mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan bahwa operasi pasar kali ini merupakan yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Antusiasme masyarakat terlihat dari habisnya seluruh paket sembako dalam waktu kurang dari tiga jam. Bawang merah dan tabung gas 3 kg juga ludes terjual dengan harga yang telah disubsidi.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Kami ucapkan terima kasih kepada Bank Kalbar dan Pemkab Sintang. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut,” ujar Camat Kelam Permai.
Yohanes Rumpak berharap kegiatan serupa dapat direplikasi di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Sintang. Ia juga mendorong perusahaan-perusahaan lain di Sintang untuk mengikuti jejak Bank Kalbar dalam memanfaatkan dana CSR untuk program-program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya tahu tidak semua perusahaan punya anggaran CSR besar. Tapi sekecil apapun, jika dikumpulkan dan dikelola dengan baik, akan sangat berarti bagi masyarakat. Mari kita bangun Sintang dengan gotong royong: pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dan masyarakat, jangan lupa bayar pajak dengan semangat,” pungkas Yohanes Rumpak mengakhiri pernyataannya.

