Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Kabupaten Sintang, Hendrika, secara resmi membuka kegiatan Sekolah Islam Gender (SIG) yang diselenggarakan oleh Pengurus Korps PMII Putri (KOPRI) Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif (STAIMA) Sintang pada Senin, 24 November 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Senin pagi di Aula Atas STAIMA Sintang dengan dihadiri puluhan peserta dari berbagai fakultas serta perwakilan organisasi kemahasiswaan.
Dalam sambutannya, Hendrika menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada KOPRI PMII Putri STAIMA Sintang yang telah menginisiasi ruang pembelajaran kritis bagi mahasiswa terkait isu gender dalam perspektif Islam dan sosial kemasyarakatan. Ia menilai kegiatan seperti SIG sangat penting untuk mendorong pemahaman yang lebih inklusif, terutama bagi generasi muda yang akan menjadi penggerak perubahan di daerah.
“Isu gender bukan hanya persoalan perempuan, tetapi persoalan kesetaraan dan keadilan yang menyangkut semua lapisan masyarakat. Melalui kegiatan SIG ini, saya berharap mahasiswa dapat memahami bagaimana ajaran Islam memandang keadilan gender, serta mampu menerapkannya dalam lingkungan sosial dan profesional,” ujar Hendrika.
Ketua Panitia SIG, dalam laporannya, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman yang komprehensif kepada mahasiswa tentang konsep gender, sejarah pemikiran Islam progresif, serta tantangan yang dihadapi perempuan di ruang publik. Kegiatan ini dirancang selama satu hari penuh, dengan rangkaian materi, diskusi kelompok, dan sesi refleksi.
Sementara itu, Ketua KOPRI PMII Putri Komisariat STAIMA Sintang menegaskan bahwa kegiatan SIG bukan hanya agenda formal, tetapi merupakan komitmen organisasi untuk memperkuat kapasitas kader perempuan dalam berbagai sektor. Ia berharap melalui kegiatan ini, peserta dapat memiliki perspektif yang lebih luas serta kemampuan analitis dalam melihat realitas sosial, terutama yang menyangkut perempuan dan kelompok rentan.
“Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, kader perempuan harus dibekali dengan wawasan dan keberanian untuk bersuara. SIG menjadi ruang bagi kita semua untuk belajar, berdialog, dan mengembangkan kesadaran kritis,” ujarnya.
Acara pembukaan berlangsung hikmat dan interaktif. Setelah sambutan resmi dan doa pembuka, kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi pertama yang membahas “Gender dalam Perspektif Islam Kontemporer” yang dipandu oleh pemateri akademisi dari STAIMA Sintang. Peserta tampak antusias mengikuti sesi tersebut, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi mendalam.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pihak kampus STAIMA Sintang yang berharap pelaksanaan SIG dapat terus berkelanjutan sebagai program tahunan. Pihak kampus menilai SIG sangat sejalan dengan visi pendidikan yang menekankan pembentukan karakter mahasiswa yang moderat, inklusif, dan siap menghadapi tantangan global.
Hingga sore hari, kegiatan berjalan lancar dengan berbagai sesi pembelajaran. Panitia berharap seluruh peserta dapat menerapkan pemahaman yang diperoleh, baik dalam kehidupan akademik maupun peran sosial di masyarakat.
Dengan terselenggaranya SIG 2025 ini, PMII Putri STAIMA Sintang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan nilai keadilan dan kesetaraan gender, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

