H. Indra Subekti Apresiasi Program Mudik Gratis Pemprov Kalbar: 150 Warga Sintang di Pontianak Terbantu Pulang Kampung

Posted by : Admin Sintang Terkini 19.03.2026

Ketua DPRD Kabupaten Sintang, H. Indra Subekti, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atas terselenggaranya program mudik gratis yang dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya warga Sintang yang merantau di Pontianak. Apresiasi tersebut disampaikan H. Indra Subekti pada Kamis, 19 Maret 2026, menanggapi antusiasme warga yang memanfaatkan program tersebut untuk pulang kampung menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Menurut H. Indra, program mudik gratis yang digagas oleh Pemprov Kalbar merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih. Ia menyebut bahwa biaya transportasi saat musim mudik biasanya melonjak drastis, sehingga banyak warga perantauan yang terpaksa tidak pulang kampung karena keterbatasan biaya.

“Program mudik gratis ini luar biasa. Saya sangat mengapresiasi Gubernur Kalbar dan jajarannya yang telah memikirkan nasib saudara-saudara kita yang merantau. Bagi mereka, pulang kampung saat Lebaran bukan sekadar perjalanan biasa, tapi panggilan hati untuk bersilaturahmi dengan keluarga, orang tua, dan sanak saudara. Dengan adanya mudik gratis, beban biaya yang biasanya mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah bisa dihemat,” ujar H. Indra Subekti saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (19/3/2026).

Indra memaparkan bahwa dari data yang ia peroleh, tercatat sekitar 150 warga Sintang yang tinggal dan bekerja di Pontianak turut serta memanfaatkan program mudik gratis tersebut. Mereka bergabung dalam rombongan pemudik yang menggunakan bus-bus yang disediakan oleh Pemprov Kalbar. Ratusan warga Sintang ini tersebar dari berbagai latar belakang pekerjaan, mulai dari buruh harian, karyawan toko, hingga mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di ibu kota provinsi.

“Sekitar 150 warga Sintang ikut mudik gratis. Jumlah yang tidak sedikit. Mereka biasanya bekerja serabutan di Pontianak, ada yang jadi ojek online, buruh bangunan, atau asisten rumah tangga. Penghasilan mereka pas-pasan. Kalau harus membayar tiket bus sendiri saat Lebaran, bisa habis setengah gaji bulanan. Makanya program ini terasa sekali manfaatnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, H. Indra Subekti menceritakan bahwa ia sempat berkomunikasi dengan beberapa warga Sintang yang menjadi peserta mudik gratis. Mereka mengaku sangat terbantu dan berterima kasih kepada Pemprov Kalbar. Bahkan, beberapa di antaranya menyebut bahwa tanpa program ini, mereka mungkin tidak akan pulang kampung tahun ini karena ongkos yang terlalu mahal.

“Saya telepon beberapa warga Sintang di Pontianak. Mereka cerita dengan penuh haru. Ada yang sudah dua tahun tidak mudik karena biaya. Tahun ini mereka bisa bertemu orang tua dan anak-anak yang ditinggal di kampung. Air mata mereka hampir menetes saat bercerita. Ini menunjukkan betapa program mudik gratis ini bukan sekadar bantuan materi, tapi juga menyentuh aspek emosional dan sosial,” tutur H. Indra dengan nada terharu.

Indra juga menyoroti sisi teknis pelaksanaan program mudik gratis tersebut. Menurutnya, Pemprov Kalbar layak mendapat acungan jempol karena mampu mengorganisir pemberangkatan pemudik dengan tertib, aman, dan tepat waktu. Ia menyebut bahwa bus-bus yang digunakan layak jalan, dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, serta dikemudikan oleh sopir yang berpengalaman dan beristirahat cukup sehingga keselamatan pemudik terjamin.

“Tidak hanya gratis, tapi juga nyaman dan aman. Itu yang lebih penting. Saya dengar Pemprov juga menyediakan petugas pendamping dan layanan kesehatan di sepanjang perjalanan. Bahkan ada posko-posko mudik yang siap membantu jika terjadi kendala di jalan. Ini standar pelayanan yang patut dicontoh,” pujinya.

Sebagai Ketua DPRD Sintang, H. Indra berharap agar program mudik gratis ini tidak hanya berlangsung satu kali, tetapi menjadi agenda rutin setiap tahun. Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Sintang untuk mencontoh program serupa, setidaknya untuk rute perjalanan dalam kabupaten yang menghubungkan kecamatan-kecamatan terpencil dengan pusat kota.

“Kalau Pemprov sudah bergerak, saya berharap Pemkab Sintang juga bisa ikut menggelar mudik gratis untuk warga Sintang yang bekerja di kecamatan-kecamatan jauh seperti Kayan Hilir, Serawai, atau Ambalau. Banyak juga saudara kita yang terpaksa tidak pulang kampung karena ongkos transportasi sungai dan darat yang mahal saat Lebaran. Ini PR kita bersama,” ujarnya.

Indra juga mengapresiasi partisipasi berbagai pihak yang mendukung program mudik gratis ini, termasuk perusahaan-perusahaan BUMN dan swasta yang turut menyumbang dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk operasional bus dan konsumsi pemudik. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan swasta adalah kunci keberhasilan program sosial berskala besar seperti ini.

“Tidak bisa dipungkiri, anggaran pemerintah terbatas. Tapi dengan sinergi dan gotong royong, program seperti mudik gratis bisa terwujud. Saya ucapkan terima kasih juga kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga kebaikan ini dibalas berlipat ganda,” katanya.

Di akhir pernyataannya, H. Indra Subekti menyampaikan pesan kepada seluruh warga Sintang yang ikut program mudik gratis agar memanfaatkan waktu di kampung halaman sebaik mungkin. Ia mengingatkan untuk menjaga keselamatan selama perjalanan, mematuhi aturan yang ditetapkan oleh panitia, serta tetap menjaga nama baik Sintang sebagai daerah yang ramah dan penuh kekeluargaan.

“Selamat jalan kepada 150 warga Sintang yang mudik gratis. Sampaikan salam saya kepada keluarga di kampung. Jaga kesehatan, jaga keselamatan, dan jangan lupa bersilaturahmi dengan tetangga dan sanak saudara. Mudik adalah momen untuk mempererat tali persaudaraan. Semoga perjalanan kalian lancar dan selamat sampai tujuan. Selamat merayakan Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” pungkas H. Indra Subekti.

 

RELATED POSTS
FOLLOW US

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *