Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Sandan, menyatakan dukungan penuh terhadap seruan Bupati Sintang agar seluruh rumah tangga di Kabupaten Sintang memiliki fasilitas WC yang layak guna mengakhiri praktik buang air besar sembarangan (BABS). pernyataan tersebut disampaikan Sandan pada Jumat, 17 April 2026.
Menurut Sandan, seruan tersebut merupakan langkah penting dan strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Ia menilai, persoalan sanitasi dasar seperti ketersediaan WC masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, khususnya di daerah pedesaan dan kawasan terpencil.
“Kami di DPRD sangat mendukung seruan Bupati Sintang agar setiap rumah memiliki WC. Ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi menyangkut kesehatan masyarakat dan kualitas hidup secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa praktik buang air besar sembarangan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga penyakit menular lainnya. Oleh karena itu, penyediaan sanitasi yang layak menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
“Jika sanitasi tidak diperhatikan, maka risiko penyakit akan semakin tinggi. Dengan adanya WC di setiap rumah, kita bisa mencegah penyebaran penyakit dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” tambahnya.
Sandan juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung program tersebut, baik melalui penyediaan anggaran, bantuan pembangunan fasilitas sanitasi, maupun program edukasi kepada masyarakat. Ia menyebut bahwa pendekatan yang dilakukan harus menyeluruh, tidak hanya pembangunan fisik tetapi juga perubahan perilaku.
“Kita perlu pendekatan yang komprehensif. Selain membangun fasilitas, masyarakat juga harus diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga sanitasi. Edukasi ini sangat penting agar kebiasaan hidup bersih bisa benar-benar diterapkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar perangkat daerah terkait dapat bekerja sama dengan pemerintah desa dan berbagai pihak lainnya untuk memastikan program ini berjalan efektif hingga ke tingkat paling bawah. Menurutnya, sinergi antar pihak menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan Kabupaten Sintang bebas dari praktik BABS.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat sangat diperlukan. Dengan kerja sama yang baik, saya yakin target ini bisa tercapai secara bertahap,” katanya.
Sandan juga berharap adanya dukungan dari berbagai program pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun pusat, untuk mempercepat pencapaian target tersebut. Ia menilai bahwa peningkatan akses sanitasi layak harus menjadi prioritas dalam pembangunan daerah.
Dengan dukungan DPRD dan komitmen pemerintah daerah, Sandan optimistis seruan Bupati Sintang dapat direalisasikan, sehingga seluruh masyarakat Kabupaten Sintang dapat menikmati lingkungan yang bersih, sehat, dan terbebas dari praktik buang air besar sembarangan di masa mendatang.

