Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Tebelian sudah menyampaikan analisa dan prediksi tentang potensi terjadinya musim kemarau pada Juni, Juli dan Agustus 2026.
Atas potensi terjadinya musim kemarau tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, pada Rabu, 15 April 2026 mendorong Pemerintah Kabupaten Sintang untuk mengoptimalkan proyek dan kegiatan pemeliharaan atau peningkatan jalan kabupaten pada musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada Juni, Juli, dan Agustus 2026.
Menurut Yohanes Rumpak, momen kemarau merupakan waktu yang paling tepat untuk melakukan perbaikan infrastruktur jalan, mengingat curah hujan yang rendah dapat mempercepat dan mempermudah proses pengerjaan dan memaksimalkan kualitas hasil.
“untuk itu, saya sarankan agar OPD teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum atau UPJJ bisa melakukan persiapan mulai sekarang dengan mulai memproses administrasinya. Baik proyek yang dilakukan penunjukan langsung atau lelang, bisa diproses sejak sekarang. Sehingga saat musim kemarau, bisa langsung pelaksanaan proyek” saran Yohanes Rumpak
“Persiapan utama yang krusial adalah di sisi administrasi, mulai dari perencanaan teknis, lelang, hingga mobilisasi peralatan. Jangan sampai ketika musim kemarau tiba, proses tender masih berlangsung,” tegas Yohanes Rumpak
Dengan persiapan matang sejak dini, ia optimistis pada Juni 2026 proyek pemeliharaan dan peningkatan jalan sudah dapat langsung dilaksanakan. Hal ini diharapkan mampu menghasilkan ruas-ruas jalan yang fungsional, mulus, dan memiliki daya tahan relatif lama terhadap kerusakan, termasuk saat musim hujan berikutnya.
Yohanes Rumpak menambahkan bahwa kualitas jalan yang baik akan berdampak langsung pada kelancaran distribusi logistik dan mobilitas warga. Ia meminta agar pemanfaatan anggaran dilakukan secara efisien dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Sintang

